Tuesday, January 17, 2017

2016

2016 is such an incredibly yet surprisingly year for me.

2016..
Tahun dimana gue banyak belajar pengalaman-pengalaman baru
Pengalaman-pengalaman yang ga pernah gue sangka sebelumnya

Kehilangan-kehilangan tak terduga yang tega merampas kenangan manis
Dengan takdir yang merenggutnya sedemikan rupa tragis

Perubahan-perubahan emosional yang gue alamin dalam kurun waktu setahun, dengan ajaibnya mengubah cara pandang seorang perempuan yang hidup dikota perantauan
Melakukan pemantasan diri, mengokohkan identitas agar diakui

Persahabatan-persahabatan yang terjalin menghangatkan pinggiran kota yang terkadang terlalu sibuk dengan hiruk pikuknya
Lima hari dalam seminggu selalu bertemu membuat semakin terasa rindu jika berjarak, meskipun lebih banyak disibukkan tugas dengan segala macam rupa nama dan bentuknya tetapi sengaja dibedakan agar terdengar ciamik
Terlebih lagi dengan orang orang yang hanya terpisahkan bilik-bilik kecil yang biasa disebut kamar, setiap hari yang dibumbui candaan-candaan receh diikuti tawa renyah dari orang-orang yang awalnya terpisahkan ego namun runtuh dengan rasa persaudaraan yang ternyata lebih dekat seperti keluarga

Perjalanan-perjalanan hati, yang pada akhirnya membawa pada banyak sementara-sementara yang fana dan melelahkan
Meskipun emang ga ada salahnya untuk memulai lagi, entah kenapa sulit rasanya untuk percaya, semoga tidak lagi kecewa..

So please 2017, surprise me then.

Sunday, April 10, 2016

Bacalah hingga habis, tapi jangan menangis..

Terimakasih kepada seluruh semesta beserta isinya yang telah bekerjasama mempertemukan kita.
Terimakasih kepada seluruh firasat yang mengingatkanku untuk selalu mendo'akan keselamatanmu.
Terimakasih untuk beberapa buah tomat yang pernah kau minum, semoga mata-mu selalu sehat.

Terimakasih kepada koridor-koridor SMA yang dulu pernah kau gunakan untuk menghindari hujan dan panas, juga kepada karpet mushola yang kau gunakan saat sholat dhuha dan dzuhur, juga kepada bangku-bangku kantin yang telah mempersilahkanmu duduk mengisi perut, meskipun mungkin ada beberapa hal yang berubah saat angkatanku menempatinya.
Terimakasih kepada Mang Kumis penjaga sekolah yang pernah tersenyum kepadamu, kepada seluruh siswa, dan kepadaku.
Terimakasih kepada Bu Elzi yang telah mengajarkanmu ilmu fisika, agar kau tahu bahwa tanpa hukum gravitasi pun aku bisa jatuh bebas kearahmu.

Terimakasih kepada abang ketoprak yang telah menyelamatkan kelaparanmu malam-malam.
Terimakasih sudah pernah meminjamkan sendal, mentraktir eskrim, bahkan adikku juga pernah kau belikan.
Terimakasih karna sudah mau mengorbankan helm-mu untuk kutempelkan sticker minion yang kudapat dari permen lolipop.
Terimakasih untuk air dan malkist coklat yang kau suguhkan saat aku dan teman-teman mampir sehabis lari pagi.
Terimakasih untuk gula-gula, untuk kulit ayam, untuk oleh-oleh, untuk jambu dipekarangan rumahmu (p.s: ibu, dan adik-adik suka, bahkan bude, pakde, tante, sama om juga suka)

Terimakasih untuk semua doa yang kau panjatkan selepas sholat 5 waktu dan sepertiga malam yang akhir.
Terimakasih untuk doa-doa sederhanamu namun menyentuh saat aku mengulang tahun.
Terimakasih untuk semua nasihat dan bimbingan sekaligus teguranmu selama ini.

Terimakasih untuk semua mimpi yang pernah kita bagi.
Terimakasih karna pernah bertukar cerita masa kecil, foto, ataupun pengalamanmu, semoga anakmu kelak tidak menabrak gerobak bubur seperti kamu dulu. Hehe

Terimakasih karna sudah begitu sabar, dewasa, dan tidak gegabah saat menghadapi emosi dan amarahku saat aku cemburu membabi buta.

Terimakasih karna sudah berani kerumah untuk bertemu bapak dan ibu saat lebaran dan memberikan oleh-oleh. (p.s: arum manisnya enak)

Terimakasih karna sudah sangat baik kepada keluargaku, mbahti, pakde-bude, om dan tante, sepupu-sepupuku (p.s: sebenarnya eyang ingin bertemu tapi tidak pernah sempat).
Terimakasih karna telah sangat baik kepada ibuku, memberinya senyum, dan menanyakan kabarku kepadanya lewat whatsapp.
Terimakasih karna telah menjaga mereka saat aku tidak dirumah..

Terimakasih untuk adikmu yang cantik dan baik hati, yang selalu menegur sapa saat berjumpa. Salam buatnya semoga Ia diterima di UNJ dan menjadi guru yang penyayang.
Terimakasih untuk ayahmu yang waktu itu diam-diam mencuri pandang saat ibumu menunjukku memberitahu dari dalam mobil, Halo Om, anakmu hebat.
Terimakasih untuk ibumu yang telah melahirkanmu kedunia hingga bisa bertemu aku, terimakasih karna sudah sangat baik dan ramah, sampaikan maafku karna belum sempat kerumah.

Terimakasih untuk beberapa tahun belakangan ini..
Terimakasih karna sudah hadir disaat waktu yang sangat tepat, menyelamatkan dan menyembuhkan..
Terimakasih kepada sudut jalan yang kau gunakan saat kau membakar sate dihari pertama kali kita bertemu, terimakasih karna sudah hadir saat itu..
Terimakasih dan maaf..
Maaf aku menangis lagi tadi pagi..
Maaf aku menjadi sangat menyebalkan..
Maaf karna aku tidak bisa menjadi egois untuk memintamu menunggu lebih lama lagi..
Aku tidak mau kau kehilangan angan yang sudah kau bangun selama ini..
Maaf..

Semarang, jarak memang menyesakkan.

Tuesday, December 15, 2015

He Deserve Better



Have you ever think that yourself is not good enough for someone special in your life?
That he deserve better?

Kita pasti pernah sesekali mendapat pemikiran seperti itu, tiba-tiba melintas saat kita sedang dijalan atau sedang berada dikeramaian. Tentang apakah kita sudah cukup baik baginya, atau apakah kita sudah cukup pantas untuk bersanding dengannya.

Pada hakekatnya manusia memang seperti itu.. Merendah.. Tidak percaya diri.. Tidak percaya akan kemampuan yang ada pada dirinya.. Tidak percaya bahwa ada orang lain yang percaya pada dirinya..

Dan saat-saat seperti itulah yang sering muncul ketika kita dihadapkan pada sebuah persepsi apakah kita benar-benar pantas..

Beberapa orang mengatakan bahwa kau mencintai seseorang dan menganggap dia pantas mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik darinya, maka lepaskanlah lalu biarkan ia mencari seseorang yang pantas baginya..

Tapi benarkah kau akan melepaskannya?

Benarkah bahwa kau ikhlas melihat orang yang kau cintai memilih orang lain?

Benarkah kau akan membiarkannya mencari pengganti dirimu?

Kurasa tidak ada seorang pun didunia ini yang bisa mengorbankan cintanya seikhlas seorang Ibu yang ikhlas melepas anak gadisnya dipinang oleh seorang pemuda..

Kurasa jika kau benar-benar mencintainya justru kau akan berusaha untuk berubah menjadi seorang yang jauh lebih baik lagi..

Kau akan berusaha memantaskan diri untuknya..

Kau akan berusaha menjadi seorang yang pantas ia miliki..

Because he deserve better..
So, you have to be better..

Sunday, September 20, 2015

Kura

Sang kura si pemalu
Kalau berjalan pun orang tak tahu

Suatu hari sang kura jatuh hati
Pada seekor macan
Yang hendak mencari sasaran

Tau apa si kura tentang percintaan
Tau-tau ia malah jadi korban


31/07/2015

Cerita Seorang Perempuan

Tempo hari dia bercerita padaku
Dan dedaunan dibalik dahan ikut mendengarkan

Hatinya bimbang
Pada ketidakpastian

Hatinya diselimuti kekhawatiran
Pada masa depan
Dan hari yang akan datang

Lalu hari ini ia kembali bercerita
Bahwa jawab dari tanya sudah memberinya kepastian

Maka kusunggingkan senyum
Melalui dahan yang bergerak perlahan
memberinya naungan..

Friday, October 17, 2014

Waktu Yang....

Waktu yang mengajarkanku untuk mendewasakan diri
Agar tidak terbakar cemburu melihat kau dengan yang lain kelak

Waktu yang mengajarkanku untuk mendewasakan diri
Agar tetap tertawa saat melihat kau bercengkrama dengan yang lain kelak

Waktu yang mengajarkanku untuk mendewasakan diri
Agar tetap tenang walau hati gelisah ketika melihat kau dengan yang lain kelak

Waktu yang mengajarkanku untuk mendewasakan diri
Agar suatu saat nanti jika waktunya tiba, entah kau atau saya yang terlebih dahulu, hanya senyum dan ikhlas yang tertinggal lalu terbang membumbung tinggi keangkasa bersama harap untuk kau dan ia kelak :)

Friday, September 26, 2014

Tiba - Tiba Kangen

Yap.. Tiba-tiba aja gue kangen.. Kangen sama rutinitas yang dulu, kangen temen-temen SMA, kangen sekolah, kangen berangkat pagi, kangen jajan dikantin, kangen macet-macetan. Etapi ga kangen juga sih sama macet, itumah sering..


Waktu itu tanggal 5 Sept.. Sama kaya hari-hari biasa, tapi bedanya malem itu hujan..
Iya, hujan..
Setelah sekian lama ga hujan, akhirnya turun juga. Alhamdulillah banget ternyata Bekasi masih jadi destinasi sang hujan malam itu..

Biasanya, kalo hujan begini, temen-temen SMA gue si ciwik-ciwik Farcical yang ada digrup whatsapp bakalan ngechat berbagai macam laporan dari kediaman masing-masing..
Kayak...

"Ujan guuuyyysss....." terus ada lagi yang nyaut
"Ujaaaannnn"
"Kok dirumah gue ga ujan sih"
"Belom nyampe sono kaliiii wkwk"
"Duh ujan bikin galau nih"
"Dengerin back to you enak kali"
"Ah ta* lu mah galau mulu"
"Wkwk tai bau dong"
"Yah gue lagi dilesan nih gimana dong gabawa jas ujan lagi"
"Mamam wkwk, nginep aja lu disana ampe besok"

Well, kaya gitulah kira-kira percakapan kita kalo tiba-tiba turun hujan..
Ada yang seneng, ada yang galau, ada yang gabisa pulang karna kejebak dilesan, ada yang bingung kok rumahnya ga keujanan, ada yang milih tidur aja diem dengerin suaranya dari dibalik jendela..

Mereka itu pelengkap hidup gue banget. Apa aja diomongin digrup, pas ada yang putus, ada yang baru jadian, gosip terkini disekolah, atau tiba-tiba kangen mantan, banyak pr, males sekolah, mager mandi, ijin bolos, galauin gebetan, galauin mantan kok cepet banget moveonnya wkwk, ampe kadang dimaki-maki kenapa ga cari yang baru aja. Mereka itu tipe cewe setia yang rela disakitin berulang kali kaya Neng Sarah atau si Emet yang kalo galau bisa bikin badannya dia makin tinggal tulang belulang..

Kalo ada yang tanya kenapa nama grupnya 'Korban Mr. A' ?
Ya karna memang mayoritas diisi dengan cewek-cewek korban lelaki beriinisial A. Itu Andhini yang ganti begitu wkwk.
Dulu namanya sempet 'Jomblo-jomblo hepi' atas dasar gue yang ganti berhubung lagi pada jomblo..
Pernah juga 'Jojopi lagi ujian' ya karna emang waktu pertama kali grup ini dibuat hanya untuk nanya jawaban yang emang kalo lagi ujian kelasnya dibagi jadi dua wkwk

Isinya?
Ada, Andhini si bocil yang kalo ketawa bikin kita pengen ketawa juga. Lucu dengan ada apa alaynya dia. Sering bully-membully sama Fariz si bewok dari gua hantu dan Cipuy yang doyan tidur dikelas. Gebetannya banyak dimana-mana ya ndin wkwk. Pokoknya ga ada ndini gak rameee

Dyah si calon dokter yang sabarnya nyampe langit ketujuh. Sabar ngadepin kita yang begini, sabar kalo lagi ngajarin temen-temen sekelas. Biasanya dia digrup muncul hanya saat-saat tertentu aja. Karna kita icik ya dyah :( huhu maaf yaa. Dia juga punya adek masih kelas 1 pas kita kelas 3 kmrn, dan sering jadi sasaran empuk brondong para jomblo-jomblo Farcical wkwk

Emet si ulet keket yang doyan galau. Tapi heboh banget kalo lagi suka sama orang. Suka nyanyi gajelas. Kalo manggil orang mesti teriak ampe melengking suaranya. Kalo ada orang galau biasanya dia juga suka nimbrung wkwk. Doyan jajanin orang, jajanin kita poci hehe, maaciw emet semoga hepi terus yah :*

Hanny si anak kesayangannya kumbi. Terjayus tapi terlucu. Nahloh, kmrn dapet angket begitu ya han wkwk. Gue juga bingung. BFnya Neng banget nih si hannoy. Kadang rela ditebengin, kadang Neng harus ngemis dulu wkwk. Dan sekarang tinggal kita berdua yang ga kuliah tapi les buat nyoba taun depan huhu. Doain kita ya kawan :''')

Neng si cantik yang suka lupa jalan pulang. Dede-dedeannya alias brondongnya banyak kek lagi antri sembako. Kalo naik motor gapernah mau pake helm. Tukang galau juga sama kaya Novia. Oiya neng ini pernah kepleset dari motor sama hanny waktu kita ambil nilai fitnes, dan satu hal yang dia lakuin, dia ga nangis, tapi malah nyengir-nyengir kuda. Hebat kan

Novia si duta galau. Yang udah sekelas sama gue selama 5 taun semenjak SMP (kelas 1 SMA kmrn ga sekelas makanya cuman 5 taun) tapi takdir mempersatukan kita kembali ya nop. Gue yang kalo lagi gabut bisa tiba-tiba langsung caw kerumah dia, ya karna emg deket terus sekalian bisa sambil nonton running man juga :D wkwk

Silmi manusia tercuek dan tervulgar kalo ngomong suka nyakitin hati kadang temen sendiri dikatain babi sama tai. Apalagi kalo digrup udah ada emet yang lagi curhat, paling cuma dimaki-maki sama ni anak huf. Tapi lama-kelamaan kita semua udah terbiasa dan kadang ngatain dia balik wkwk. Punya adek namanya iki masih paud tapi badannya mbul dan ngangenin banget umumu tapi kakanya ga ngangenin iyuh

Vina si pendiam yang kalo dikelas duduknya selalu paling depan. Padahal duduknya bebas tapi biasanya dia tetep ngambil paling depan wkwk. Biasanya dia kalo nongol digrup ya pas dyah juga nongol wkwk

Tapi malam itu lain dari biasanya.. Diluar hujan dan ga ada satupun yang ngechat.. Akhirnya gue pun membuka percakapan.... Dan baru dibales besok paginya.. Sedih sih tapi gue ngerti kok, mereka udah mulai pada sibuk ngurusin kuliahan, ngurusin ospek, ngurusin ribetnya jadi maba..


Kadang gue kangen sama ramenya celotehan mereka. Kangen sama rame dan hebohnya mereka waktu tau Silmi putus atau Novia yang tiba-tiba dichat lagi sama mantannya. Kangen sama rempongnya mereka waktu kita mau graduation dari mulai mesen kebaya dimana, bikin atau beli jadi, modelnya gimana, lengen panjang atau engga, yaa walaupun kita hebohnya telat banget sama kelas lain yang udah dari lama mesen ke penjait sedangkan kita cuman santai-santai, sampe diskusi bawa koper yang mana, make tas yang segimana, bawa baju berapa, bawa duit berapa, bawa snack apa, bawa ini ga bawa itu ga. Sampe pas besok paginya tinggal berangkat juga masih heboh pada nanya berangkat jam berapa, udah pada dimana, nanti duduk sama siapa. Hal sekecil apapun pasti diributin..
Ah jadi kangen...

Tapi sekarang udah beda. Dan sampai pada akhirnya hari itu datang juga. Hal yang paling semua orang takutkan, perpisahan. Ada yang pamitan minta doa restu dari mulai mau tes sampe akhirnya keterima dan mesti ngekos jauh dari hingar bingar Bekasi..

Mereka itu orang-orang tercuek, terlebay, tervulgar kalo ngomong kadang nyelekit, terjayus, ternyengir, tergalau, terheboh, tergajelas, tersayang lah pokoknya :'')

Dan ini sebagian contoh dari keseruan kita beberapa waktu yang lalu..
Ah coba kita bisa SMA lagi ya girls...

Ini waktu mudik pas lagi macet-macetnya huf

Lucu aja ya, ternyata kalian udah pada gede pikirannya udah sampe kesitu wkwk

Wednesday, March 26, 2014

Setelah Hujan

Perempuan itu berdiri didekat tiang
dengan payung dalam genggamnya

Basah, pikirnya daun dipucuk itu
tertangkap basah oleh hujan malam ini

Bau tanah yang kala itu telah
tergenang juga menjadi harum

Lalu perempuan itu mendengar katak bernyanyi
tanda hujan akan berhenti

Tenang, sekali lagi hujan telah memandikan
bumi dengan tenang

Satu lagi, selalu ada yang menggenang setelah Ia datang..

Saturday, December 14, 2013

FARCICAL DOUBLE WINNER!!

Yeaaah!! We're rock guys!! We're champion!! Wohooooooooo!!!!

2 tahun berturut-turut men kita jadi juara Liga Korpri, seneng banget parah rasanya ada dipinggir lapangan ngasih sorak sorai buat cowok-cowok supernya farcical.

Apalagi final kemaren tuh menegangkan banget, gol pertama emang dicetak sama tim lawan, terus ojan membalikkan keadaan dibabak kedua, terus dibales lagi, dan terus dibalikkin lagi sama alif. Dan yap, babak kedua abis dilanjut sama babak tambahan tapi gak menghasilkan satu gol pun.

Ketakutan kita semua pun akhirnya kejadian, adu penalti. Iya, adu penalti. Keraz banget vroh! Masing-masing 2 pemain pertama gagal pada eksekusinya. Dan akhirnya ojan memecah kebuntuan. Begitu juga sang eksekutor dari x7. Daniel Jawa Iskandar gagal, 3 dari tim lawan juga gagal. Giliran kita masukin, mereka juga berhasil masukin. Maunya apasih... Gatau apa yang nonton pada ketar-ketir -____-

Kita terus berdoa dipinggir lapangan, mengiringi setiap tendangan yang dilesatkan oleh para pemain. Begitu terus sampe pada ke penendang ke-9, Khalifa, yang pada akhirnya berhasil membuat si kulit bundar bersarang digawang kiper tangguh tersebut. Deg-degan paraah! Tapi akhirnya selesai juga karna  sipenendang dari tim lawan....gagal!

Yeaaaaaah, cewek-cewek kecenya farcical yang daritadi udah lemes ngga kuat diri karna deg-degan ditambah panasnya yang bikin keling ikutan menghambur lari ketengah lapangan! Sumpah ini senengnya masih berasa ampe sekarang. Euforianya ituloh....2 kali tjuy...2 kalii!!!

para pemain saat berdo'a ditengah lapangan


sedangkan dipinggir lapangan cewek-cewek kecenya farcical ikut nyemangatin sambil foto-foto


para pemain saat sebelum pertandingan dimulai

Babak pertama pun berakhir dengan skor 0-1 untuk tim lawan. Kakanda-kakandanya farcical keliatan hopeless banget.. Huhu



si kapten kesebelasan sekaligus ketua kelasnya farcical juga mukanya kusut banget nih

kita pun berdo'a bersama sebelum babak kedua dilanjutkan

 
si kapten lagi ngasih arahan nih.. ayo ayo semangaat!
 Sementara babak kedua berlangsung, cewek-cewek kece tetep setia nih berdiri dipinggir lapangan walaupun panasnya nyengat banget. Panas sih tapi foto tetep jalan teruzz ehehe


Babak kedua pun berakhir dengan skor 2-2




 Cowok super ga boleh kalah.. Yap. Ga. Bo. Leh.

para pemain saat menunggu sang eksekutor penalti menunaikan tugasnya

burhan sang eksekutor pertama dari XII IA 1
Adu penalti pun berakhir hingga pemain ke-9 untuk keduabelah pihak. Dengan skor 4-3 untuk kita dong! Wohooooo
Setelah itu? Wajah lesu yang daritadi menghiasi muka-muka para pemain seketika berubah menjadi wajah penuh rona bahagia :''






Bahagia itu sederhana.. Iya, sederhana :'')

lagi nunggu pembagian medali nih, tjuy




Cheers brother, cheeeeeers!!!

Sang top scorer kita nih, tahun kemarin juga Alif ini dapet predikat sbg top scorer. Congrats, lif!
Saat penyerahan piala bergilir Liga Korpri oleh Kepala Sekolah, didampingi juga oleh Bu Mumun selaku walikelas tercinta :*

Our super-duper-man!

I love you, guys! So much!




Kecup manis buat piala bergilir yang udah 2 tahun gabosen-bosen ada dikelas IA 1. Hihi :*
tengkyuuu #farcicaldoublewinner

Friday, November 15, 2013

Dreaming With A Broken Heart

by John Mayer

When you're dreaming with a broken heart
The waking up is the hardest part
You roll outta bed and down on your knees
And for a moment you can hardly breathe
Wondering, "Was she really here?
Is she standing in my room?"
No she's not, 'cause she's gone, gone, gone, gone, gone....

When you're dreaming with a broken heart
The giving up is the hardest part
She takes you in with her crying eyes
Then all at once you have to say goodbye
Wondering, "Could you stay my love?
Will you wake up by my side?"
No she can't, 'cause she's gone, gone, gone, gone, gone....

Now do I have to fall asleep with roses in my hand?
Do I have to fall asleep with roses in my hand?
Do I have to fall asleep with roses in my hand?
Do I have to fall asleep with roses in my, roses in my hand?
would you get them if I did?
No you won't, 'cause you're gone, gone, gone, gone, gone....

When you're dreaming with a broken heart
The waking up is the hardest part 

p.s: lagunya pas banget buat orang yang sering berangan-angan dg hati yang rusak nih, kaya gue. hehe

Thursday, November 14, 2013

Masih Tanpa Judul

Menjadi sesuatu yang tak nampak memang melelahkan. Ingin mengatakan sesuatu pun tak kuasa.
Lalu saya harus bagaimana? Pergikah? Atau tetap tinggal?

Pergi? Pergi dari mana? Yang dikatakan pergi itu meninggalkan suatu 'tempat' berpindah ke 'tempat' yang baru. Namun perkara ini sangat sulit. Bahkan kau dan saya belum berada disuatu 'tempat' manapun.

Tinggal? Saya bertahan dengan apa? Sudah tak nampak. Tidak bisa berbuat apa-apa pula. Seperti sudah jatuh lalu tertimpa tangga. Saya bisa berbuat apa? Saat mengetahui bahwa dirimu dirindukan oleh oranglain selain saya dan hujan. Tidak ada. Saya hanya terdiam, dalam perasaan kalut seperti buntalan awan hitam saat mendung tiba.

Manusia bodoh macam apa saya ini, yang selalu merasa bahwa senyum yang kau layangkan memang mengarah padaku.

Pada suatu waktu saya pernah menanyakan sesuatu pada seorang teman, dan dia menjawab "kalau kau benar menyayanginya, lakukanlah dengan tulus, maka meski takdir tidak menghampiri kalian, suatu saat kau akan ikhlas melepaskannya."





p.s: you still looks good in blue, cause' one of my favorite is you :))

Monday, October 28, 2013

In Repair

Jadi ini postingan tentang temen-temen gue, tentang kegalauan mereka, tentang keresahan mereka, dan sekarang mereka sedang dalam tahap 'In Repair' katanya..

Sebenernya In Repair itu judul lagu yang dinyanyiin sama John Mayer. Dan belakangan ini kita emang lagi menggilai lagu-lagu galaunya John Mayer, terutama Back To You--kapan-kapan gue juga mau ngepost tentang itu kok, soon ya hehe-- Dreaming With a Broken Heart, ya sama In Repair ini. Hehe

Nah semua ini tuh berawal dari novel yang kita pinjem dari Neng sih ya, judulnya Melbourne penulisnya Winna Efendi. Jadi konsep per-sub-babnya itu keren banget, terdiri dari lagu-lagu yang berasal dari masa lalu si tokoh atau ya emang lagu favorit mereka.

Karena kita penasaran akhirnya kita download deh mulai dari awal sampe akhir, contohnya kaya; Back To You-nya John Mayer, Gotten-nya Slash, You and Me-nya Lifehouse, Life After You-nya Daughtry, One and Only-nya Teitur, Love is No Big Truth-nya Kings of Convenience, Someday We'll Know-nya New Radicals, dan masih banyak lagi pokoknya. Hehe

Intinya kita jatuh cinta sama lagu-lagu lawas mereka, dan yap, pas banget sama kita-kita yang udah mulai pusing sama tugas sekolah yang ga ada abisnya..

Nah ini track list John Mayer yang sebagian udah gue punya. Hehe. Recommended banget lah pokoknya, silahkan kalo mau nyoba dengerin didownload dulu juga boleeh :D


Nah ini nih bukti kongkrit kalo mereka emang sama galaunya kaya gue. Hehehe

In Repair - versi Emet





In Repair - versi Silmi
In Repair - versi Hanny
In Repair - versi gue
Well, semoga aja hati kita bisa secepatnya pulih ya, ladies. Yang penting sih sekarang fokus dulu sama sekolah, sama UN, sama SNMPTN atau SBMPTN, sama sekalian tuh pungutin dulu hati yang masih tertinggal dibelakang, met, han, mi. Hehe untung gue udah.

And for you, yes you, I know you reading this. I wish you never doubt me again. And remember I'll wait until the rest of my life to happen, keep my words ya :))

Wednesday, October 23, 2013

Pulang

Diceritakan oleh : N
Ditulis kembali oleh : Puspita Indira

Kali ini Nara yang memutuskan untuk pergi. Jauh meninggalkan bisingnya Jakarta. Jauh meninggalkan sederet kenangan pahit. Jauh dari segala rutinitas yang membuatnya hampir gila. Dan yang terpenting, jauh dari dia. Sudah terlalu sering pikirnya Ia selalu jatuh dalam lubang yang sama. Terpuruk karna hal yang lagi-lagi selalu sama. Dan kini dengan satu tekad sederhana Nara memutuskan untuk bermuara ke Yogyakarta. Dimana selalu ada rumah untuk kembali pulang.

Akhirnya langkah gontai Nara sampai juga dipelataran stasiun gambir yang memang selalu dipenuhi oleh sebagian warga ibukota. Memulai rutinitas dari sebuah gerbong yang berjalan diatas rel besi berkilo-kilometer panjangnya. Ia sedikit kesulitan berjalan dengan sebuah koper berukuran lumayan besar dan ransel yang mengisi ruang kosong dipundaknya. “Berat,” gerutunya seorang diri. Berjuang mencari-cari kereta yang dimaksud sembari berjubel dengan banyaknya penumpang yang berlalu-lalang.

Peluh terus menetes membasahi pelipis Nara, namun segera diusap oleh punggung tangannya. Kembali Ia menoleh, seperti mencari-cari sesuatu yang tak kunjung datang. “Bodoh,” makinya kemudian. “Buat apa sih nyari-nyari terus kaya gini. Udah pasti dia ga mungkin dateng.” Nara pun melanjutkan pencariannya. Dengan langkah yang lebih mantap, dan menemukannya sepuluh menit kemudian.

Ia terpaku, seakan terlempar kembali ke masa lalunya. Saat gerbong kereta menjadi kenangan dan Dafi sebagai pemeran utamanya. Saat cinta masih menyenangkan dan langit belum temaram.

*****

“Ayo, Ra, ayo lompat!” teriak Dafi dari dalam gerbong kereta sembari mengayun-ngayunkan tangannya. Hari ini Dafi memang menepati janjinya untuk mengajak Nara kembali menaiki kereta dengan arah tujuan ke Bogor. Setelah seminggu yang lalu mereka melewati Ujian Semester Pertama dikelas XI ini. Mereka pikir, mereka patut mendapatkannya.

Awalnya Nara sempat ragu, namun akhirnya Ia mengiyakan ajakan tersebut. Setelah dipikir-pikir mereka sudah lama juga tidak jalan bersama. Mengingat hubungan mereka memang biasa-biasa aja, justru terkesan datar dibandingan dengan pasangan-pasangan lainnya. Karna menurut Nara, buat apa membesar-besarkan masalah yang memang pada dasarnya bukan masalah yang besar.

Jadilah sekarang ini mereka berada distasiun, dan masih berusaha mengejar ketertinggalan kereta yang kian lama kian berjalan semakin cepat. Nara sangat benci lari. Menurutnya Ia terlihat aneh saat berlari, dan, yap, Ia memang aneh saat berlari.

“Aku, hhh hhh hhh, ga bisa, hhh, Daf,” pasrah Nara dengan nafas tersengal-sengal. “Ayo, Ra, kamu pasti bisa!!” pekik Dafi tak memerdulikan pandangan aneh penumpang disekitarnya. Nara kembali berusaha sekuat tenaga, kali ini benar-benar sekuat tenaga. Ia merentangkan tangannya mencari-cari sebuah pegangan, dan hap! tangan kirinya pun berhasil menggapai. Lalu mengayunkan tubuhnya untuk naik kedalam gerbong dan menyambut tangan milik Dafi.

“Akhirnya, Ra!!! Akhirnyaa!!” teriak Dafi ketika Nara berhasil masuk kedalam gerbong kereta. Sedangkan orang yang bersangkutan masih mengatur nafasnya yang berlarian tak karuan. “Minum, hhh hhh hhh,,” satu kata yang keluar dari mulut Nara hanya itu, minum. Diikuti dengan air mineral ditangannya, mereka pun mencari tempat duduk.

Beberapa waktu kemudian mereka pun sudah larut dalam sensasi berada digerbong kereta yang sudah hampir tua tersebut. Dafi sengaja tidak memilih kereta eksekutif karna Ia tahu bahwa Nara juga tidak akan senang berada didalamnya. Terlalu kaku dan dingin, katanya. Nara memang jatuh cinta pada kereta juga balon-balon yang mengudara, menurutnya itu adalah hal terkeren sepanjang masa yang pernah ada. Dan kecintaannya itulah yang membuat Dafi juga ikut mencintai kereta, seperti Ia mencintai Nara.

Suara decitan kerangka besi yang sudah hampir karatan terdengar sangat kentara saat kereta berbelok mengikuti lintasan. Gerbong terasa diayun-ayun karna memang kontur tanah yang tak pernah sama, membuat Nara semakin larut dalam harmonisasi indah disekitarnya. Angin dan sinar matahari berlomba-lomba masuk melalui celah-celah jendela yang dibiarkan terbuka. “Makasih ya, Daf,” Nara berkata dengan seutas senyum paling tulus sebagai jurus andalannya. Membuat Dafi hanya termangu dan mengangguk, lalu kembali diam.

*****

Nara seperti tersedak, saat lamunannya menampilkan potongan-potongan Ia dan Dafi saat menjelajah kota disekitar Jakarta dengan gerbong-gerbong kereta. Entah berapa kali Ia selalu seperti ini, mendapati dirinya melamun dan tiba-tiba potongan kenangan manis dari masa lalunya datang seperti menghantui. Menyesakkan, dan hampir membuatnya sulit bernafas.

Ia segera mencari tempat duduk. Tetapi pikirannya bercabang kemana-mana, tidak adil pikirnya jika hanya Ia yang terus dihantui seperti ini. Sedangkan Dafi? Mungkin sekarang dia sedang bersenang-senang dengan perempuan yang baru lagi. Terakhir Ia dengar kabar tentang Dafi memang katanya telah putus dari Melisa.

Mengingat tentang Melisa dan Dafi membuat nyeri dihati Nara kembali terasa. Membayangkan bagaimana romantisnya reka kejadian mereka ditengah lapangan sekolah. Dafi yang dengan percaya dirinya memegang setangkai mawar merah, bertekuk lutut dihadapan Melisa yang sesekali hanya melirik dengan malu-malu.

Entah berapa pasang mata yang kecewa melihat rentetan peristiwa tersebut. Termasuk Nara, yang saat itu sedang bersama teman-temannya berada dibawah pepohonan, memang sengaja duduk disana karna proses penembakan tersebut sudah santer terdengar seantero sekolah. Riuh ramai siswa-siswi yang menonton menandakan mereka resmi menjadi pasangan baru disekolah mereka.

Nara dan Dafi memang telah lama berpisah. Setelah Nara merasakan ada hal yang berbeda dengan pribadi Dafi lalu melakukan pengamatan, satu kesimpulan yang mencengangkan dapat ditarik oleh Nara---bahwa Dafi menyukai perempuan lain dan Ia berniat serius dengannya. Namun Nara hanya diam, dan berubah menjadi dingin. Tak lama kemudian Dafi memutuskan semuanya. Pergi begitu saja tanpa memberikan Nara kesempatan untuk menjelaskan mengapa Ia berubah menjadi pendiam belakangan ini. Tapi setelahnya Nara tersadar bahwa itu hanya akan sia-sia.
  
Nara pikir itu akan berjalan biasa saja. Hidup tanpa Dafi. Tanpa gerbong kereta. Tanpa candaan yang ga penting sepulang sekolah. Memang biasa saja, hanya saja Dafi-lah yang membuat Nara semakin kesulitan untuk melarikan diri. Sikap Dafi yang masih saja seperti saat masih bersama, membuat Nara berpresepsi bahwa Dafi masih sayang padanya.

Namun sekarang, Nara menyaksikan bagaimana dramatisnya bunga tersebut jatuh ketangan tuan putri yang kini dipuja-puja oleh Dafi tersebut. Nara terpaku. Ia seakan lupa bernafas. Ia seperti kehilangan cahaya mataharinya. Dunia seakan gelap. Karna sekarang bukan lagi Nara yang Dafi sayang. Ia telah kehilangan sesuatu, yang dulu belum sempat Ia jaga dengan baik-baik. Dan kini sudah terlambat.

*****

Kereta mulai berjalan. Meninggalkan sederet kenangan pahit maupun manis. Meninggalkan cinta yang telah lama dikubur mati oleh waktu. Mengikhlaskan semua sakit yang telah lama dideritanya. Menuju kota seribu harapan yang dulu sering didengung-dengungkan oleh Dafi untuk pergi kesana bersama, Yogyakarta.


Dengan keyakinan bahwa suatu saat akan ada mawar lain yang akan membawa kebahagiaan dengan kelopak berjatuhan. Dan Nara akan selalu menunggu, mawar tersebut akan memberikan seluruh kelopaknya.

*************************************************************